LAMPUNG, FAKTAPENA.com — Penguatan literasi digital kembali disorot, khususnya bagi pemilih muda yang menjadikan media sosial sebagai sumber informasi utama. Fokusnya bukan pada larangan, melainkan kemampuan memverifikasi.
Kecepatan penyebaran informasi membuat kabar keliru sering lebih dulu sampai dibanding klarifikasi resmi.
Verifikasi Sederhana yang Bisa Dilakukan
Langkah paling dasar adalah memeriksa sumber asal informasi. Tangkapan layar tanpa tautan sumber sulit diverifikasi dan mudah dimanipulasi.
Langkah berikutnya membandingkan dengan kanal resmi atau media yang menyebutkan narasumber secara jelas. Bila hanya satu akun yang menyebarkan, informasi patut ditunda penyebarannya.
Peran Sekolah dan Kampus
Sekolah dan kampus menjadi ruang paling efektif untuk membiasakan verifikasi. Latihan sederhana seperti menelusuri asal foto dapat diselipkan dalam kegiatan belajar.
Pelibatan organisasi mahasiswa juga membantu karena pesan yang datang dari teman sebaya biasanya lebih mudah diterima.
Bukan Sekadar Soal Hoaks
Literasi digital tidak berhenti pada hoaks. Keamanan akun, perlindungan data pribadi, dan kewaspadaan terhadap penipuan daring termasuk bagian penting.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan, penipuan berkedok tautan pendaftaran program pemerintah masih sering ditemukan di kanal percakapan.
FAKTAPENA mendorong pembaca memeriksa ulang informasi sebelum meneruskannya ke grup keluarga maupun komunitas.
Komentar (0)